puisi keprihatinan
Sawah sepanjang desaku
Akankah kelak habis
Dibangun gedung,pabrik,atau rumah
Angan kelamku
Akankah terasa nanti
Panas mentari membakar
Jalan beraspal tanpa hijau pohon
Dan itu sedang terjadi kini
Saat siang,di bawah terik
Semoga saja
Ada yang gigih
Mempertahankan negeri ini
Dari hilangnya kesejukan
Aku sendiri
Seakan tak berdaya
Menyuarakan keprihatinan ini
Meski cuman lewat puisi
Sawah sepanjang desaku
Akankah kelak habis
Dibangun gedung,pabrik,atau rumah
Angan kelamku
Akankah terasa nanti
Panas mentari membakar
Jalan beraspal tanpa hijau pohon
Dan itu sedang terjadi kini
Saat siang,di bawah terik
Semoga saja
Ada yang gigih
Mempertahankan negeri ini
Dari hilangnya kesejukan
Aku sendiri
Seakan tak berdaya
Menyuarakan keprihatinan ini
Meski cuman lewat puisi